_
Sekarang gua akan share salah satu pengalaman sex gua yang boleh di bilang paling nasty. OK let's get rolling... Gua tuh anaknya cukup modist, memperhatikan diri dan penampilan gua di depan umum. Sebulan sekali , gua potong Rambut untuk menjaga penampilan gua agar tetap kelihatan macho dan ganteng.
Nah, Gua berlangganan dengan salah satu salon dekat kota gua tinggal. Dan juga tetap memakai jasa hair dresser yang sama orangnya.Nama dia sebut saja LIz.Saking seringnya gua ke salon, maka hubungan gua dengan dia semakin akrab.Meskipun kita belum pernah nge-date, tapi hubungan kita berdua boleh di bilang cukup intim.Dan dia pun tidak segan-segan untuk memeluk gua setiap kali gua datang ke salon tersebut.
Pada suatu sore , sekitar jam 5.30 an, gua telpon dia membuat appointment potong rambut untuk besok siang. Ternyata dia tidak ada waktu besok dan lusanya. Dia booked sampai 3 hari. Karena rambut gua sudah berantakan, gua pengen rambut gua keliatan rapi secepatnya. AKhirnya, karena dia juga sedang sibuk pas gua telpon, dia menyuruh gua dateng ke salon sekitar jam 8PM.
Tak terasa sudah jam 7.30PM, dan gue pun bersiap-siap untuk berangkat ke salon.Sambil memanaskan Range Rover jeep gua, gua telpon dia lagi untuk memastikan bahwa gua akan dateng sedikit telat.Sesampainya disana, dia masih memotong rambut customer terakhir dia.Dan gua menunggua sambil duduk-duduk.ini sedikit info mengenai hair dressergua yang bernama LIZ.Dia umur 23 tahun warga negara asing alias bule, rambutnya pendek dan dicat berwarna putih, dan tingginya sekitar 158 cm.
Tak lama setelah customer terakhir selesai, dia mendekati gua lagi.Seperti biasa, dia mulai meraba-raba rambut gua dengan jari 12 tangannya yang penuh dengan cincin.
Dia bilang,"Im so sorry I;m all bokeed 'till Thurstday, honey"."What do you have in mind today for your hair?" "AS usual, short on both sides and on the back too". gua bilang ke dia.
Akhirnya OK, setelah di keramas dia mulai potong Rambut gua, dan kita mulai bercerita-cerita tentang segala macem mulai dari sekolah, movies,etc.Pas dia memotong Rambut gue, pahanya dia bersentuh dengan tangan gua beberapa kali.Gua mulai berpikir, oohh betapa nikmatnya, cuma sehelai blue jeans dia yang mengahalangi tangan gua dari pahanya dia.sampai akhirnya pas dia sedang memotong poni gua, dada dia berada pas didepan batang hidung gue.
Pelan-pelan, gue menghisap napas dalam-dalam untuk mencoba mengirup oxyangen dari dada dia. Ohh yee eeaaahhh...cuma dua helai kain yang menghalangi muka gue dengan dadanya.
Then , seperti sambaran petir , dia bertanya , what do you think of them? Huh ? gue bingung.Seperti orang bloon gua megap-megap bertanya, what was it Liz?
What do you think of them? gue masih bingung karena shock.Meskipun gue sebenrnya tahu, tapi gua mah gak tau harus jawab apa, karena ditanya begitu dengan tiba-tiba.
Lantas gua bertanya ke dia, Are you referring to your boobs(boobs=toket) Yeah, you got that right, dia bilang. Hmmm...I think they are pretty nice, gua jawab.
Sementara di salon tersebut tidak ada orang lain, selain kita berdua.Lalu dia bilang , Go ahead, touch them, Im almost done with your hair so you wront bother me,Liz replied. Wowwww....Gue bisa ******* dengan bule juga nih, ide gila gue bilang.
Lantas gua bilang , hmmm.... can i see them, Liz, Yeah. why not? she said. Why don't we go tothe tanning room, gue bilang ke dia.
lantas kita berada di tanning room, tanpa banyak cingcong, gue peluk dia dari belakang dan meraba-raba toketnya dan gue cium leher dan pipinya dia.Akhirnya dia berputar dan kita ber french kiss.Manis juga bibirnya dia, gue pikir.Karena dia kecil orangnya, gua angkat dan kakinya dia melingkari pinggang gua, sambil berciuman lidah ke lidah , dan bibir ke bibir.
Akhirnya, kita sempat berhenti beberapa saat, karena ada telp.Sialan gua pikir lagi enak-enak ada yang telp. Pas gue lagi menunggu, gue merokok sebentar... enggak lama kemudian, Liz masuk ke tanning room.Dan dia bilang , let's continue what we left off. Ok I m ready for u baby. pas gua mau buang rokok gua , dia bilang gimme your ciggarette to me, I fell I need a smoke for while.Enggak lama kemudian, dia tanya gua, kalu gue pernah coba marijuana(cimeng).
Gua pikir, ah cimeng sih hobby gue. dan gue bilang, yes you bet i do. Do you ? dia bilang, yeah I have 1 joint ( 1 linting ) to share with you now. Setelah nyimeng dan lumayan HIGH , kita terusin berciuman lidah ke lidah. Tak terasa si Liz sudah bugil, keliatan bulunya dia berwarna coklat ke merah-merahan.
OOh hh hh gue tambah mabok ngeliatnya. Gue jilatin dadanya, putingnya dan gue gigit pelan-pelan sampe menjadi keras.Terus turun kebawah, ke perutnya enak banget.Akhirnya lidah gue sampe ke memeknya dia.... ternyata memek bule itu bagus seperti di film-film bokep. memeknya merah mudah pink.
Gue jilatin dengan gaharnya.Naik turun , keluar masuk memek dia, gue sedot sampe cairan putih-putihnya keluar dan gue telen.Terasa asin-asin kecutnya tapi nikmat sekali!!!
Dan dia juga mulai ciumin ****** gue yang sudah berdiri tegak.Dia lalu mengulumnya sambil mengocok-ngocok ****** gue.akhirnya bebrapa menit kemudian gue sudah gak tahan pengen muncratt, tapi karena gue pengen muncratnya di memeknya dia.
Setelah dia puas, dia mulai nungging, kita berdua ******* gaya doggy style. Sementara gue *******, gue remas-remas toket dia dari belakang.Nikmatnya bukan main.Yang bikingue tambah horny itu suaranya dia.Berdesah-berdesah lumayan kencang mungkin sebagian besar dari cewek-cewek indo tidak pernah begini kalo lagi ******* ya. Untuk beberapa saat, kita berdua berganti style, sekarang gaya missionary.Dia di bawah gua diatas... ini ******* style yang bikin gue cepet banget keluar spermanya gue.
Sekalian *******, bisa sembari ngeliatin toket dan muka dia yang sexy dan rambutnya yang blonde. karena gue engga mau cepet-cepet muncrat , gue angkat kaki dia, gua buka high heelnya dan stockingnya sembari gue tetep goyang-goyang *******in dia.Dia pun rupanya menikmati dengan penuh perasaan. Gue melihat ekpresi wajahnya yang tampak menikmati semakin tertantang untuk memuaskan dia.Rupanya dia juga cukup kuat menahan gejolak birahi yang neggebu-gebu dengan diiringin desahannya Ohh hhh yess Ohh My God ohh hh hhh. akhirnya tak lama kemudian kami sama-sama tak tahan untuk membentuk semakin dahsyatnya birahi yang sudah memuncak di ubun-ubun.Akhirnya kami bersama-sama menuai kenikmatan yang penuh. Ohh hh hhh crotzz crotzzzz ctotzzzzzz muncratlah sperma gw di dalam memeknya dengan di barengin orgamesnya dia ohh hh hhh my god thant great ohh ohh yesssss serr rrr rrrr keluar lah air mani nya dia.
sambil orgasme kami mempermainkan lidah gw untuk menambah kenikmatan, dia pun membalas lidahnya untuk gue masukin ke mulut gue dan gue hisap lidahnya.
Sewaktu gue menarik ****** gue, dia melarang jangan karena dia masih merasakan sedikit rasa nikmat. Dan gue biarkan ****** gue di dalam memek dia. Sesudah kurang lebih 5 menit , gue cabut keluar ****** gw, linu sekali tapi nikmat, pas ****** gue keluar pelan-pelan dari memeknya yang sudah benar-benar basah, gue kaget setengah mati ternyata pas gue lihat memeknya terlihat sbercak darah perawannya dan peju gue keluar berwarna putih kemerah-merahan. lalu gue bertanya ke Liz, Are U still Virgin? Yes, I m still Virgin Honey. Enggak lama kemudian dia ke bathroom mau pipis katanya. Tak terasa sudah jam 10 pagi, dan dia sudah mesti membereskan cashier di manger salon tsb besok. Selagi menunggu dia hitung-hitung semua bill dan duit, gue masih iseng untuk pegang-pegang toket nya dan mencium bibirnya sementara dia hanya tersenyum saja. Jam 11 dia beres dan gue anterin dia ke tempat parkir , dan gua pulang ke apartement gue.
sampai sekarang kita berdua masih berhubungan intim dan udah 3 kali date keluar.
Sunday, December 6, 2009
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment